Aligne

Aligne
"Membangun dan mewujudkan mimpi menuju kehidupan yang lebih baik untuk Anda dan Keluarga"
- Aligne Pilar Consultant -

Services

Article

Cat Dinding Oplosan, Murah Untuk Anda Yang Low Budget

Cat Dinding Oplosan, Murah Untuk Anda Yang Low Budget

Musim hujan telah tiba, kita tentu bergembira, karena hujan adalah rizki, dan air adalah sumber kehidupan. Akan tetapi masalahnya, iklim bumi yang sudah tak seimbang, menyebabkan musim hujan yang terus menerus, dan kandungan racun asam air hujan yang semakin meninggi karena disebabkan oleh polusi di udara, tak sedikit membuat setiap benda yang ditetesinya akan cepat berkarat, mau itu baja, besi, kaleng, hingga dinding rumah Kita. Sebagus apapun pengecatannya, semahal apapun merek cat nya, tetap saja kalau kita telat atau ogah-ogahan dalam perawatan, maka dinding kita akan cepat kusam megelupas.
Bagi sebagian orang yang banyak uang, mungkin hal tersebut bukan masalah besar. Tinggal panggil tukang dan beli cat super, maka dalam sekejap masalah itu teratasi.Tapi bagaimana dengan Kita yang memiliki anggaran minim? Jangankan untuk ngecat rumah, untuk keperluan sehari-hari saja kadang suka keteteran. Maka dari itu, Aligne Indonesia memiliki tips bagi yang ingin berhemat dalam perawatan rumah, khsusnya dalam hal mengecat dinding yang kusam.

Berikut adalah langkah-langkah membuat cat oplosan untuk dinding :
1. Beli cat dinding / cat tembok yang harganya murah. Warna dan merek itu silahkan sesuaikan dengan kebutuhan. Tidak perlu dengan merek yang mahal, karena tujuan Kita di sini adalah meracik cat murah, maka silahkan Anda membeli cat kiloan juga bisa. Banyak tersedia di toko cat atau toko material di Kota Anda.
2. Beli juga Lem kayu (Lem putih). Banyaknya disesuaikan dengan volume cat yang akan kita olah. Misal, kita akan mengolah cat sebanyak 5kg, maka kita perlu memmbeli Lem kayu sebanyak 2-3kg.
3. Ember atau wadah apapun untuk mencampur cat.
4. Alat pengaduk. Terserah mau memakai alat apa, asal jangan menggunakan tangan langsung, karena akan susah dibersihkan.

Untuk langkah pengerjaan mencampur atau membuat oplosannya sebagai berikut:
1. Cairkan lem kayu dengan air secukupnya, dan aduk sampai lem mencair.
2. Tuangkan kedalam Cat dinding yang sudah dituangkan ke ember atau wadah secara sedikit demi sedikit sambil diaduk secara merata.
3. Nah sekarang cat dinding siap digunakan.
Catatan: Pastikan adukan lem dibuat encer dan bisa menyatu dengan cat, karena bila kurang merata, maka akan membuat dinding kita tidak rata, alias banyak bintik-bintik akibat lem yang kurang encer.

Mari kita menuju tahap pengecatannya!
Sebelum dimulai, siapkan dulu bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan untuk pengecatan, seperti,
- Cat dinding hasil Oplosan / campuran tadi.
- Kertas koran dan lakban untuk penutup bagian yang tidak mau terkena cat.
- Spons dan detergent pembersih.
- Kuas cat ukuran 3 “ dan Roller Cat.
- Ember atau wadah untuk tempat cat.
- Alat pengaduk ini terserah Anda mau menggunakan apa.

Langkah untuk pengecatan temboknya sebagai berikut :
Pertama
Bersihkan tembok terlebih dahulu sebelum melakukan pengecatan. Membersihkan kotoran, debu, minyak, atau noda di dinding sehingga hasil maksimal bisa Anda dapatkan, karena kalau tidak dibersihkan nanti malah terkelupas cat lamanya atau hasilnya tidak maksimal. Untuk membersihkan dinding, bisa menggunakan spons yang sedikit dibasahkan campuran air dan deterjen. Kalau ada noda yang agak sulit , Anda bisa menggunakan sikat dengan bulu agak kasar.
Kedua
Lindungi permukaan bingkai jendela , Pintu dan bagian bawah dinding dekat lantai dengan menggunakan kertas koran bekas dengan ditempel memakai lakban. Ini gunanya adalah ketika pengecatan selesai Anda bisa dengan mudah mengelupaskan kertas koran atau lakban yang ditempel, tanpa meninggalkan noda cat di mana-mana.
Ketiga
Gosok dinding dengan Ampelas untuk menghilangkan warna yang telah dicat sebelumnya untuk mendapatkan hasil warna dinding yang rata.
Keempat
Mulailah pengecatan dari sudut pertemuan dinding dengan menggunakan kuas. Anda mulai dari atas sampai dengan bawah dinding, atau sebaliknya. Dan untuk area-area yang sulit dijangkau dengan Roller, silahkan gunakan kuas juga.
Kelima
Untuk melakukan pengecatan di area dinding yang luas, gunakan Roller agar pengerjaan lebih cepat dan merata.
Keenam
Lepaskan lakban dan kertas koran yang melindungi dinding dekat bingkai jendela atau kusen, kemudian lakukan pengecatan dengan menggunakan kuas ukuran 3". Cat perlahan dan hati-hati supaya tidak mencoreng kayu kusen.
Ketujuh
Ambil segelas air kopi, dan cemilan jika Ada. Untuk digunakan oleh Anda ngopi sambil beristirahat. Setelah itu jangan lupa bersihkan kembali Alat-alat pengecatan agar bisa dipergunakan di kemudian hari.

CATATAN!
1. Cat hasil racikan ini hanya bisa digunakan sekali pakai! Artinya, jika Anda mengecat dengan cat racikan ini, maka jangan sampai ada sisa, karena cat sisa yang didiamkan akan cepat mengering dan tidak bisa lagi digunakan. Maka dari itu, pastikan berapa banyak kebutuhan cat Anda sebelum asal mengolah, agar lebih hemat.
2. Kami tetap sangat menganjurkan Anda untuk memakai cat yang sudah bermerek dengan kualitas baik.
3. Silahkan hubungi tim Aligne Indonesia untuk membantu menyelesaikan segala permasalahan pada bangunan rumah Anda.

Demikian artikel Cat Dinding Oplosan, Murah Untuk Anda Yang Low Budget. Semoga bermanfaat.

Keuntungan Memakai Jasa Arsitek Dan Kontraktor Dari Tim Yang Sama

Keuntungan Memakai Jasa Arsitek Dan Kontraktor Dari Tim Yang Sama

Banyak sekali masyarakat awam yang tidak bisa membedakan Arsitek dengan Kontraktor. Padahal secara umum, meski keduanya berada pada ruang lingkup yang sama, tetapi proses dan hasil pekerjaannya jelas berbeda.
Arsitek secara sederhana dapat diartikan sebagai orang yang bekerja pada bidang ilmu desain dan perencana bangunan, sedangkan Kontraktor adalah pelaksana pekerjaan pembangunan yang telah direncanakan oleh Arsitek. Meski keduanya berada pada ruang lingkup pekerjaan yang sama, yaitu dunia Desain dan Konstruksi, akan tetapi ranah kerja mereka jelas berbeda, dan produk yang dihasilkanpun tentu berbeda. Arsitek hanya sebatas menghasilkan produk Desain berupa Gambar dan Dokumen Perencanaan seperti DED, RAB, dan RKS, dan tidak sampai pada tahap meghasilkan produk bangunan secara fisik, karena untuk pekerjaan yang menghasilkan produk bangunan fisik tersebut adalah bagian daripada tugas Kontraktor sebagai Pelaksana, dan Kontraktor umumnya tidak mengeluarkan Produk Desain Perencanaan sebagaimana yang dihasilkan oleh Arsitek yang memang bertugas sebagai Perencana.

Jika demikian, seandainya nanti Anda ingin membangun rumah, harus memilih Kontraktor atau Arsitek?

Jawabannya tentu sangat sederhana. Pertama Anda harus memastikan dulu, apakah rumah yang akan Anda bangun itu sudah memiliki desain gambarnya atau belum?

Jika belum, maka sebaiknya Anda menghubungi Arsitek terlebih dahulu, karena dengan menggunakan jasa Arsitek, jelas akan membantu Anda dalam merencanakan Rumah yang baik dan ideal. Karena tugas Arsitek adalah bukan hanya sebatas menentukan Desain, tapi juga merencanakan pemanfaatan rumah sebaik dan seefisien mungkin yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda sebagai penghuni rumah. Baru setelah Anda memiliki desain, silahkan hubungi Kontraktor untuk melaksanakan pembangunannya.

Tapi masalahnya, jika idealnya begitu, pasti kemudian Anda bertanya-tanya, seandainya Anda menggunakan Arsitek dan Kontraktor, pasti biayanya akan mahal. Karena Anda tentunya harus mengeluarkan dana tambahan untuk membayar Jasa Arsitek?

Secara umum, jawaban dari pertanyaan itu adalah 'YA', bahwa Anda harus mengeluarkan biaya double untuk membayar Jasa Arsitek, diluar anggaran biaya pembangunan rumah Anda.

Lalu adakah solusi lain? Agar Anda bisa mendapatkan Desain sekaligus Pembangunannya, tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan lagi?

Jawabannya juga adalah 'YA', sangat bisa.
Kita ketahui bersama bahwa sekarang ini memang sudah banyak Jasa Arsitek atau Kontraktor yang menawarkan produk dan jasanya berupa Rancang Bangun, atau yang lebih dikenal dengan istilah 'Design and Build.' Di mana si Penyedia Jasa, baik itu Arsitek ataupun Kontraktor, akan memberikan produk Desain sekaligus Pembangunannya, tanpa menambahkan biaya untuk Jasa Desain nya.
Dengan begitu jelas sekali, Keuntungan Menggunakan Jasa Arsitek dan Kontraktor Dari Tim Yang Sama akan membuat Anda lebih berhemat dari segi biaya, serta lebih menjamin Anda untuk mendapatkan produk pekerjaan yang berkualitas dan sesuai dengan perencanaan.

Nah, bagaimana sekarang? Anda sudah sedikit lega mendapat informasi ini?

Tapi, di mana Kita bisa menemukan Penyedia Jasa rancang Bangun tersebut?

Ya, dari sekian banyak penyedia jasa Rancang Bangun di Indonesia, Aligne Indonesia adalah salah satunya, yang bisa Anda jadikan pilihan terbaik sebagai Mitra Anda dalam merencanakan dan membangun Rumah Impian Anda.

Lalu apa saja keuntungan memakai jasa Rancang Bangun dari Tim Aligne Indonesia ini?

Berikut keuntungan yang akan Anda dapatkan diantaranya adalah :

1. Hemat Biaya.
Karena Aligne Indonesia akan menghilangkan biaya tambahan untuk produk Desain. Dengan kata lain, Jasa Arsitek Aligne Indonesia tidak perlu Anda bayar lagi, jadi Anda hanya akan dikenakan biaya pembangunan saja sesuai dengan RAB.

2. Didukung oleh Tim Arsitek Profesional.
Aligne Indonesia memiliki banyak Tim Arsitek Berpengalaman yang akan membantu Anda merancang rumah Anda sesuai dengan keinginan Anda. Membantu menghitungkan kebutuhan Anggaran Pembangunan yang seefisien mungkin, serta membantu memberikan Desain terbaik dengan tidak menghilangkan unsur fungsi dan kaidah-kaidah bangunan yang seharusnya.

3. Kualitas Lebih Terjamin.
Hal ini jelas menjadi tujuan Aligne Indonesia. Karena apabila Tim Aligne Indonesia yang merancang, sekaligus Tim Aligne Indonesia juga yang membangunnya, maka kekhawatiran Anda akan kualitas pembangunan bisa sedikit dihilangkan. Pasalnya, Aligne Indonesia akan senantiasa mengerjakan pembangunan dengan sebaik mungkin, agar bisa menghasilan produk pekerjaan dengan kualitas terbaik, sebagai cara menjaga reputasi daripada Aligne Indonesia itu sendiri dalam menjalankan pekerjaan di bidang ini.

4. Hasil Pekerjaan Akan Sama Dengan Desain Yang Direncanakan.
Kadang, desain yang sudah dibuat Arsitek, belum tentu bisa 100% dilaksanakan di lapangan. Hal ini dikarenakan banyak faktor lapangan yang menjadi kendala. Dan ketika itu terjadi, Tim Arsitek harus instens berkoordinasi dengan Tim Kontraktor agar menghasilkan solusi desain alternatif yang tetap mengacu kepada rencana desain awal.
Dan tentunya, jika Anda menggunakan Tim Arsitek dan Kontraktor dari Aligne Indonesia, hal ini tidak akan menjadi masalah, karena berada dalam satu Tim, maka segala hal yang terjadi di lapangan akan cepat ditangani, agar tidak terjadi perubahan di lapangan, sehingga hasil pekerjaan akan tetap sama sesuai dengan desain yang telah direncanakan.

Dan tentunya masih banyak lagi keuntungan lainnya dengan menggunakan jasa Aligne Indonesia ini.
Untuk info selengkapnya bisa baca pada artikel ini >>> KLIK DI SINI.

Lalu, apa kerugiannya jika Anda menggunakan Jasa Arsitek dan Kontraktor dari Tim yang berbeda?

Yang pertama, jelas dari segi biaya akan lebih mahal karena Anda harus membayar lagi jasa Arsitek, diluar anggaran RAB Pembangunan.

Kedua, jika Anda menggunakan jasa Arsitek dan Kontraktor dari Tim yang berbeda, umumnya mereka akan bekerja secara masing-masing. Hal ini tidak akan jadi masalah jika komunikasi keduanya intens, khususnya saat proses pembangunan berlangsung, si Arsitek bersedia untuk mengawasi secara penuh agar sesuai dengan yang telah direncanakan.
Akan tetapi, jangan sampai jika suatu hari baik dalam proses pembangunan, atau setelah pekerjaan selesai, lalu terjadi masalah pada bangunan Anda, maka Anda akan dipusingkan dengan siapa yang harus Anda mintai pertanggung jawaban. Apakah Arsitek sebagai perencana, atau Kontraktor sebagai pelaksana? Meski dalam Kontrak Kerja sudah dijelaskan mengenai hal-hal itu, akan tetapi fakta di lapangan kadang berbeda.
Beruntung jika keduanya mau kooperaif dan mencari jalan tengah tanpa saling menyalahkan. Tetapi kalau yang terjadi adalah keduanya sama-sama tidak mau disalahkan, malah cenderung saling menyalahkan. Maka kalau sudah begitu, Anda sendiri yang akan rugi bukan?
Lain halnya jika Anda menggunakan Arsitek dan Kontraktor dari Tim yang sama, maka ketika terjadi masalah, akan sangat mudah untuk diselesaikan, karena yang terlibat hanya antara Anda sebagai owner, dan mereka sebagai Penyedia Jasa.

Ketiga, jika Anda menggunakan Arsitek dan Kontraktor dari tim yang berbeda, maka perlu dipertegas masalah pengawasan pada saat proses pembangunan. Karena sebagaimana yang dijelaskan sebelunya, kadang desain yang sudah dibuat Arsitek, belum tentu bisa 100% dilaksanakan di lapangan. Hal ini dikarenakan banyak faktor lapangan yang menjadi kendala. Dan ketika itu terjadi, Tim Arsitek harus instens berkoordinasi dengan Tim Kontraktor agar menghasilkan solusi desain alternatif yang tetap mengacu kepada rencana desain awal.
Akan tetapi jika Arsitek dan Kontraktor jarang bertemu, maka proses pembangunan akan terhambat dan memperpanjang waktu. Dan karena Kontraktor dikejar waktu, maka biasanya Kontraktor langsung berinisiatif sendiri untuk menentukan alternatifnya tanpa meminta pertimbangan dari Arsitek. Hal inilah yang banyak menyebabkan Desain Akhir dari hasil pekerjaan kadang melenceng dari Desain Awal yang direncanakan.

Nah, sekarang sudah jelas bukan? Kenapa Anda lebih disarankan untuk memilih Jasa Arsitek dan Kontraktor dari Tim yang sama?

Dan jika saat ini Anda sedang membutuhkan Jasa Rancang Bangun untuk proyek Anda, maka segera hubungi Aligne Indonesia, dan dapatkan berbagai keunggulan dari jasa Kami.

Sekian artikel tentang Keuntungan Menggunakan Jasa Arsitek dan Kontraktor Dari Tim Yang Sama, semoga bermanfaat.

Mana Yang Lebih Murah, Membeli Rumah atau Membangun Sendiri?

Mana Yang Lebih Murah, Membeli Rumah atau Membangun Sendiri?

Pembaca blog Aligne Indonesia yang setia dan baik hati. Setelah pada artikel sebelumnya kita membahas Untung Rugi Membeli Rumah Jadi, Dibandingkan Dengan Membangun Sendiri, maka pada artikel kali ini Kita akan membahas masalah hitung-hitungan biaya tentang Mana Yang Lebih Murah, Membeli Rumah atau Membangun Sendiri?

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa mahal atau tidaknya sebuah property, tentu akan dipengaruhi oleh 3 faktor berikut ini :
1. Lokasi
2. Luas Lahan / Bangunan
3. Spek Rumah

Penjelasannya :
a. Luas Bangunan sama, dengan Spek Rumah juga sama, tapi tempat berbeda. Satu di tengah Kota, satu lagi di pinggiran Kota. Sudah tentu akan lebih mahal yang lokasinya di tengah kota, karena nilai NJOP nya juga berbeda.
b. Luas Bangunan sama, berada di Lokasi yang Sama, tetapi Spek Rumah berbeda, yang satu rumah mewah yang terbuat dari bahan material berkelas, sementara satunya lagi hanya rumah sederhana dengan material seadanya. Pasti lebih mahal Rumah yang mewah karena menggunakan bahan yang mahal juga.
c. Spek Rumah sama, berada di Lokasi yang sama, tetapi Luas Bangunan berbeda, maka sudah pasti akan lebih mahal rumah yang lebih besar, karena secara logika saja, volume rumah pun tentu berbeda.

Pertanyaan berikutnya adalah, mana yang lebih murah, Membeli atau Membangun?
Jika dilihat dari segi biaya, sebenarnya tidaklah jauh berbeda. Contoh kasusnya seperti ini :
Kita anggap lokasinya sama, misal di pinggiran Kota Bandung, agar mudah membandingkan hitung-hitungannya.

Pilihan 1 :
Anda memilih membeli rumah seluas 60 M2, berikut tanah seluas 100 M2, lengkap dengan sertifikat kepemilikan, seharga 450 Juta Rupiah.

Pilihan 2 :
Anda memilih membeli tanah seluas 100 M2 (Misal harga tanah per meter adalah 2,5 Juta) x 100 M2 = 250 Juta, ditambah biaya pembangunan (Misal estimasi biaya pembangunan per meternya adalah 3 Juta) x 60 M2 = 180 Juta, jadi Total Biaya yang harus Anda keluarkan adalah 430 Juta Rupiah. Malah, jika Anda bisa mendapakan Arsitek dan Kontraktor yang cerdas, tentu akan menjadi sebuah keuntungan, karena bisa ikut menyarankan kepada Kita mengenai pilihan spek material yang berkualitas namun tentunya murah dalam segi harga dan biaya.

Tentu yang kedua akan menjadi pilihan terbaik Anda. Sehingga sisa anggaran yang ada, bisa dipakai untuk membiayai pengurusan izin dan sertifikat rumah, serta bisa untuk membeli perabotan untuk mengisi rumah Anda nantinya. Hanya saja, dalam pilihan kedua ini, Anda harus siap mengeluarkan waktu dan tenaga yang lebih, karena semua harus Anda urus sendiri. Mulai dari mencari tanah, mencari Arsitek dan Kontraktor, mengawasi pembangunan, serta mengurus izin dan sertifikat legalitas rumah Anda.
Akan tetapi, segala perjuangan itu akan terbayar dengan kepuasan Anda memiliki rumah yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan Anda. Juga sesuai dengan budget Anda pastinya.
Sedangkan mengenai kelebihan dan kekurangan lainnya mengenai pilihan Membeli atau Membangun Rumah, sudah Kami jelaskan secara lengkap di artikel Untung Rugi Membeli Rumah Jadi, Dibandingkan Dengan Membangun Sendiri.

Nah, sekarang setelah Anda membaca lengkap penjelasan-penjelasan dari Kami, apakah Anda sudah bisa menentukan harus memilih pilihan yang mana? Tentunya semua pilihan dikembalikan kepada Anda, karena yang akan mendapatkan keuntungan dan kerugian dari pilihan tersebut hanyalah Anda sendiri. Maka bijak-bijaklah dalam menentukan pilihan, prinsip hidup hemat dan efisien tetap bisa Anda jalankan.

Dan bagi Anda yang sudah menentukan pilihan untuk Membangun Rumah, jangan lupa untuk menghubungi Tim Aligne Construction untuk membantu Anda dalam merencanakan dan membangun Rumah Impian yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan terbaik Anda pastinya.
Dan bersama kita mewujudkan kehidupan yang lebih baik untuk Anda dan Keluarga.

Demikian artikel Mana Yang Lebih Murah, Membeli Rumah atau Membangun Sendiri? Semoga bermanfaat.

Memiliki Rumah Sendiri, Antara Mimpi dan Realita

Memiliki Rumah Sendiri, Antara Mimpi dan Realita

Memiliki rumah adalah impian setiap orang, hampir mayoritas mereka ketika ditanya selain bermimpi punya kendaraan pribadi, yang utama adalah bermimpi punya rumah sendiri meski sederhana, seakan-akan memiliki rumah adalah cita-cita dan tujuan yang menjadi prioritas bagi setiap orang, apalagi bagi mereka yang telah berkeluarga. Mau kalangan tidak mampu yang selama hidupnya tinggal di kontrakan, sampai kalangan konglomerat yang bergelimang harta, memiliki rumah pribadi tentu jadi keinginan tersendiri yang terus menjadi tujuan dan harapan dalam hidup setiap orang.

Akan tetapi masalahnya adalah, kondisi ekonomi setiap orang tidaklah sama. Maka hal ini pula lah yang menentukan nasib mimpi setiap orang juga tentu berbeda-beda. Bagi mereka yang memiliki harta segudang, membangun atau membeli rumah semewah apapun bukanlah soal, mungkin bagi mereka, membeli rumah tak ada bedanya dengan membeli sendal jepit. Bahkan tak sedikit dari mereka yang membangun atau membeli rumah yang begitu mewah hanya untuk tujuan gaya hidup dan gengsi semata.

Akan tetapi bagi kalangan menengah ke bawah, mimpi memiliki rumah sendiri bagaikan gumpalan awan di langit yang tinggi, yang perlu kerja keras untuk dapat menggapainya. Jangankan untuk gengsi, memiliki rumah murni karena kebutuhan saja kadang kendalanya banyak sekali. Maka beruntunglah bagi mereka yang memiliki warisan berupa tanah atau rumah, setidaknya nasib sedikit menolongnya.

Akan tetapi bagi mereka yang tidak punya warisan dan kondisi ekonimi pas-pasan, tentu diperlukan kerja yang lebih keras lagi untuk mewujudkan mimpi itu. Hingga demi bisa memiliki rumah sendiri, ada yang bekerja keras untuk menabung, ada yang mengajukan kredit ke Bank, dan ada juga kalangan super sabar yang membangun rumah dengan cara dicicil seperti misalnya, tahun ini uangnya hanya cukup membeli tanah, tahun depan membangun pondasi, tahun depannya lagi membangun dinding dan atap, tahun depan nya lagi finishing, hingga sampai 5 tahun barulah rumah itu bisa dihuni.

Apapun cara dan kondisinya, semua memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan mimpi memiliki rumah sendiri yang nyaman untuk ditinggali hingga akhir hayat dan diwariskan untuk anak cucu di kemudian hari.

Dan yang terakhir, bagi Anda yang sudah siap untuk membangun rumah impian, jangan lupa untuk menghubungi Aligne Indonesia, karena Kami hadir untuk menjadi mitra Anda dalam mewujudkan mimpi menuju kehidupan yang lebih baik. Dan tentunya visi Kami adalah membantu mewujudkan mimpi semua orang dari semua kalangan, yang memiliki mimpi yang sama, yaitu memiliki rumah yang nyaman untuk Anda dan Keluarga.

Kenapa harus Aligne Indonesia? Silahkan baca 3 keuntungan memilih Kami sebagai mitra, klik DI SINI.

Demikian artikel Memiliki Rumah Sendiri, Antara Mimpi dan Realita, semoga bermanfaat.

Untung Rugi Membeli Rumah Jadi, Dibandingkan Dengan Membangun Sendiri

Untung Rugi Membeli Rumah Jadi, Dibandingkan Dengan Membangun Sendiri

Memiliki rumah sendiri, sudah tentu menjadi impian semua orang. Apalagi bagi pasangan yang baru menikah, memiliki rumah sendiri untuk ditempati keluarga kecil ini sudah pasti jadi fokus nomor satu dalam hidupnya, daripada terus-terusan menumpang di Wisma PMI (Pondok Mertua Indah).
Meski pada kenyataannya, impian itu akan selalu dibenturkan dengan masalah biaya dan mitos bahwa 'Membeli atau Membangun Rumah Itu Sama Mahalnya'. Dan memang begitu adanya. Meskipun mungkin bagi mereka yang lahir dari kalangan keluarga kaya raya, atau mereka yang memiliki harta yang lebih dari cukup, tentu membangun atau membeli rumah sendiri bukanlah hal yang sulit. Akan tetapi bagaimana dengan mereka yang hidupnya pas-pasan? Tentu perlu kerja keras untuk menabung uang agar terkumpul dan bisa untuk membeli atau membangun rumah impian. Akan tetapi setelah uang terkumpul pun, kita kadang suka bingung, mana yang lebih murah antara membeli rumah jadi, atau membangun sendiri dari nol? Karena walaupun uang sudah ada, konsep pengiritan tetap selalu kita berlakukan demi menghemat biaya bukan?Nah, dalam artikel kali ini, Aligne Indonesia akan mencoba menjelaskan kelebihan dan kekurangan antara membeli rumah atau membangun dari awal. Agar bisa dijadikan bahan pertimbangan bagi Anda yang sedang bingung menentukan pilihan.


Keuntungan Membeli Rumah dari Developer
♦ Tidak perlu repot mencari tanah, karena sudah include kapling.
♦ Bisa memperoleh KPR dari Bank dengan proses dibantu oleh pihak Developer.
♦ Lingkungan yang relatif lebih aman karena biasanya berupa komplek perumahan.
♦ Aspek legalitas lebih terpercaya.

Kerugian Membeli Rumah dari Developer
♦ Harga yang relatif mahal dengan luas rumah yang tidak terlalu besar.
♦ Desain dan tata ruang standar, belum tentu sesuai dengan keinginan kita.
♦ Jika ingin disesuaikan dengan keinginan, tentu harus direnovasi lagi, dan pasti memerlukan biaya dan waktu.
♦ Kualitas bangunan terkadang kurang diperhatikan.
♦ Lahan yang terbatas dan sulit dikembangkan di kemudian hari.


Keuntungan Membeli Rumah Bekas
♦ Tidak perlu mengeluarkan waktu untuk menunggu, karena bangunan sudah jadi.
♦ Cocok untuk Anda yang sedang terbru-buru harus mendapatkan rumah baru.
♦ Kalau membeli langsung dari pemiliknya, harga relatif lebih murah.

Kerugian Membeli Rumah Bekas
♦ Perlu meluangkan waktu untuk mencari informasi siapa dan di mana yang menjual rumah.
♦ Desain dan tata ruang standar, belum tentu sesuai dengan keinginan kita.
♦ Jika ingin disesuaikan dengan keinginan, tentu harus direnovasi lagi, dan pasti memerlukan biaya dan waktu.
♦ Karena Kita tidak mengetahui kualitas dan umur bangunan, maka perlu berhati-hati terhadap segala bentuk kerusakan.
♦ Kemanan lingkungan tergantung lokasi di mana rumah itu berada, jadi sebelum membeli harus benar-benar orientasi terlebih dahulu.
♦ Tidak semua penjual memberlakukan KPR, maka kadang kita harus siapkan uang penuh karena tidak bisa dicicil.


Keuntungan Membangun Rumah
♦ Membangun rumah lebih fleksible baik dari sisi waktu dan biaya.
♦ Desain dan tata ruang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita.
♦ Kualitas bangunan lebih terpercaya karena kita ikut menentukan.
♦ Pembangunan bisa dicicil sesuai dengan kondisi ekonomi kita, maksudnya, tahun ini bisa membeli tanah dulu, tahun depan bangun pondasi, tahun depan nya lagi bangun dinding dan atap, dan seterusnya.
♦ Membangun rumah tentunya bisa menyesuaikan budget keuangan kita.
♦ Mudah untuk dikembangkan di kemudian hari, karena perencanaan di awal bisa ditujukan sebagai Rumah Tumbuh.

Kerugian Membangun Rumah
♦ Perlu meluangkan waktu untuk mencari tanah (jika belum ada).
♦ Diperlukan kesabaran, karena membangun itu memerlukan waktu yang tidak sebentar.
♦ Kadang dalam mengajukan KPR Pembangunan Rumah kepada Bank, tidak semudah dengan KPR memakai Developer.
♦ Harus meluangkan waktu mencari Arsitek dan Kontraktor yang sesuai dengan kriteria Anda.
♦ Harus meluangkan waktu juga untuk mengurus perizinan.


Pertanyaan berikutnya adalah, mana yang lebih murah, Membeli atau Membangun?
Kalau dari segi biaya, tentu ada analisa dan hitung-hitungannya, karena banyak faktor yang mempengaruhi. Dan untuk analisa lebih lengkapnya, sudah Kami jelaskan di artikel Mana Yang Lebih Murah, Membeli Rumah atau Membangun Sendiri?.

Demikian artikel Untung Rugi Membeli Rumah Jadi, Dibandingkan Dengan Membangun Sendiri, semoga bermanfaat.

About

Aligne Pilar Consultant adalah Konsultan Desain dan Konstruksi yang membawahi 3 Divisi Project, yaitu :
Konsultan Arsitektur, Desain Interior, dan Kontraktor Bangunan.

 

Sebagaimana yang tersirat dalam visi perusahaan Kami "Build Your Better Living", maka Kami hadir bukan hanya untuk membantu Anda dalam merencanakan atau membangun Gedung dan Rumah Anda, tetapi juga membantu mewujudkan mimpi, serta bersama menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk Anda dan Keluarga.

 

Bagaimanapun, Aligne berdiri bukan hanya untuk sekedar menjadi Praktisi Desain dan Konstruksi. Akan tetapi lebih dari itu, Kami hadir sebagai jembatan antara Konstruksi dan Manusia, sehingga menjadikan pedoman bagi Kami dalam berkarya. Yang senantiasa belandaskan pada keutamaan Fungsi dan Estetika, Desain yang Humanis, Konservatif, namun tetap Inovatif.

 

Silahkan hubungi Kami, dan mulailah membangun kehidupan Anda yang lebih baik bersama Kami!
- Aligne -

Contact

Apabila Anda memiliki pertanyaan, jangan sungkan untuk menghubungi Kami!

 

Office :
Jl. Kartika No. 32B RT03/RW04 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat 11620
Phone : (021)22959737 / 085811041041
Email : contact@aligne.co.id

 

Kunjungi Sosial Media Kami :